Cara Hitung IMT, Berat Badan Ideal, Tinggi Badan dan Kebutuhan Gizi Harian

Untuk mengetahui apakah tubuh sudah mendapatkan gizi yang tepat, kita tidak bisa hanya menebak. Ada rumus matematis yang digunakan oleh ahli gizi untuk menentukan status kesehatan dan berapa banyak energi (kalori) yang sebenarnya dibutuhkan tubuh Anda setiap hari.

A.  MENENTUKAN STATUS GIZI

1.  Rumus IMT Untuk anak dan Remaja

IMT merupakan salah satu metode yang bisa digunakan untuk menghitung status gizi pada remaja, berikut rumus perhitungan IMT :

Contoh :

Seorang remaja putri berusia 15 tahun memiliki berat badan 50 kg dengan tinggi badan 146 cm atau 1.46 meter, maka IMT remaja putri tersebut adalah 23.5 dengan rumus berikut :

Interpretasi Hasil:

Karena pada periode remaja ada pertumbuhan dan merupakan puncak pertumbuhan, maka nilai IMT belum bisa di klasifikasikan dengan indikator tertentu, oleh karena itu untuk mengetahui status gizi remaja bisa menggunakan indikator yang ditetapkan oleh WHO tahun 2007 yang dibedakan berdasarkan jenis kelamin, berikut tabel interpretasi IMT tersebut :

Tabel 1. Tabel IMT Remaja Perempuan Usia 10 – 19 tahun

No.Usia (tahun)Sangat Kurus (<dari)KurusNormalGemukSangat Gemuk (> dari)
11012,412,4−13,413,4−18,919,0-22,622,6
21112,712,7−13,914,0−19,819,9-23,723,7
31213,313,2−14,314,4−20,720,8-25,025,0
41313,613,6−14,915,0–21,721,8-26,226,2
51414,014,0−15,315,4–22,622,7–27,327,3
61514,414,4−15,815,9–23,423,5–28,228,2
71614,614,6−16,116,2–24,024,1–28,928,9
81714,714,7–16,316,4–24,724,5–29,329,3
91814,714,7–16,316,4–24,724,8–29,529,5
101914,714,7–16,416,5−24,925,0–29,729,7

Tabel 2. Tabel IMT Remaja Laki-laki Usia 10 – 19 tahun

See also  Mengenal Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) Marketing
No.Usia (tahun)Sangat Kurus (<Dari)KurusNormalGemukSangat Gemuk (> dari)
11012,812,8−13,713,8–18,418,5−21,421,4
21113,113,1–14,114,2−19,119,2–22,422,4
31213,413,4–14,414,5−19,920,0−23,623,6
41313,813,8−14,915,0−20,820,9–24,824,8
51414,314,3−15,515,6−21,821,9–25,925,9
61514,714,7−16,016,1–22,722,8–27,027,0
71615,115,1–16,516,6–23,523,6–27,927,9
81715,415,4–16,917,0–24,324,4–28,628,6
91815,715,7–17,317,4–24,925,0–29,229,2
101915,915,9–17,517,6–25,425,5–29,729,7

Sumber : Kinasih, Dedeh, dkk (2010), Sehat dan Bugar berkat Gizi yang Seimbang. Penerbit Gramedia

Berdasarkan kategori tersebut di atas, maka remaja putri pada kasus tersebut memiliki status kelebihan berat badan atau overweight. Pertanyaannya kemudian adalah berapa berat badan ideal remaja tersebut ?

IMT tidak bisa digunakan untuk menghitung berat badan ideal, untuk menentukan berat badan ideal bisa menggunakan rumus Broca, sebagai berikut :

Berdasarkan data sebelumnya, maka berat badan ideal remaja putri tersebut di atas ialah : (146-100) x 0.9 = 41.4 kg. Jadi remaja tersebut harus memiliki berat badan minimum 37.3 kg dan berat badan maksimum 45.5 kg.

Contoh yang lain : Seorang mahasiswa laki-laki nama : Andi, berusia 20 tahun, tinggi badan 183 cm, berat badan 76 kg, dengan aktivitas sedang (kuliah dan mengikuti 1 kegiatan organisasi mahasiswa). Berapakah kebutuhan energinya? Dan bagaimana menu makanannya dalam sehari

2.  Rumus IMT Orang Dewasa

Interpretasi Nilai IMT (WHO, 2000):

IMT < 18,5                               = Berat badan kurang/Underweight

IMT 18,5 – 22,9                       = Normal

IMT 23 – 24,9                          = Overweight

IMT 25,0 – 29,9                        = Gemuk/Obese I

IMT >= 30,0                             = Sangat Gemuk /Obese II

Berdasarkan perhitungan IMT maka status gizi (dilihat dari segi perhitungan antropometri) Andi termasuk Normal.

See also  Syarat Pencairan Bantuan Sosial PKH Anak Sekolah Tahun 2025

Pasien yang tidak dapat ditimbang, penentuan status gizinya bisa juga menggunakan lingkar lengan atas dengan indicator LLA/U berdasarkan Baku Harvard atau WHO-NCHS.

Tabel 3. Baku Harvard LLA persentil ke-50

Usia (tahun)Persentil ke 50
Laki-lakiPerempuan
3-5 bulan14.514
6-8 bulan15.214.7
9-11 bulan15.715.2
116.115.9
216.316.2
316.816.8
417.117.3
517.717.8
618.418.1
718.919.3
819.620.0
920.720.9
1022.021.8
1122.7 23.5
1224.123.8
1324.625.4
1427.025.9
1527.525.9
1628.426.4
1730.027.0
1829.626.5
1930.827.2
20-2932.627.5
30-3933.528.9
40-4933.330.4
50-5933.731.9
60-6933.031.0
70-7931.329.9
≥ 8029.528.4

Catatan : indicator LLA/U ini tidak bisa digunakan pada wanita hamil. Sumber : NHANESS III. 1988-1994

Tabel 4. Kriteria Status Gizi Berdasarkan LLA/U

KriteriaNilai
Obesitas>120% standar
Overweight 110 – 120% standar
Normal 90 – 110 % standar
Kurang 60 – 90% standar
Buruk<60 % standar

Sumber : Jelliffe and Jelliffe (1989)

3. Perkiraan IMT untuk lansia (>60 tahun) dengan LILA

Rumus ini pernah diteliti pada pasien lansia di Hongkong dengan rumus :

Pria                  = (1.1 x LILA) – 6.7

Wanita             = (1.01 x LILA) – 6.7

4.  Menentukan Status Gizi dengan Z-Score

Penentuan status gizi pada bayi, anak dan remaja ( ≤ 18 th ) bisa digunakan Z-Score .

Rumus :

Apabila nilai individu subyek < nilai median

Apabila nilai individu subyek > nilai median

Keterangan : Nilai median,-1 dan +1 SD dapat dilihat pada lampiran.

Tabel Klasifikasi Status Gizi- Baku WHO – NCHS

BB / U (0 – 60 bulan)
Gizi Lebih>2,0 SD
Gizi Baik-2,0 SD s/d 2,0 SD
Gizi Kurang< -2SD s/d -3,0 SD
Gizi Buruk<-3 SD
TB / U (0 – 60 bulan)
Tinggi>2,0 SD
Normal-2,0 SD s/d 2,0 SD
Pendek / Stunted< -2SD s/d -3,0 SD
Sangat pendek<-3 SD
BB / TB (0 – 60 bulan)
Gemuk>2,0 SD
Normal-2,0 SD s/d 2,0 SD
Kurus<-2SD s/d -3,0 SD
Sangat Kurus<-3 SD
IMT / U (0 – 60 bulan)
Gemuk>2,0 SD
Normal-2,0 SD s/d 2,0 SD
Kurus<-2SD s/d -3,0 SD
Sangat Kurus<-3 SD
IMT / U (5 – 1 tahun)
Obesitas>2,0 SD
Gemuk-1,0 SD s/d 2,0 SD
Normal-2,0 SD s/d 2,0 SD
Kurus<-2SD s/d -3,0 SD
Sangat Kurus<-3 SD

Menurut Soekirman (2000) mengatakan bahwa interpretasi dari status gizi anak dengan indikator BB/U, TB/U, BB/TB yang digunakan pada survai khusus, menjadikan kesimpulan lebih tajam yang dapat dilihat pada tabel berikut :

See also  Sejarah VOC: Tujuan, Hak Istemewa hinga Kemunduran

Tabel Kesimpulan Indikator Status Gizi

IndikatorKesimpulan
BB/UTB/UBB/TB
RendahRendahNormalKeadaan gizi anak saat ini baik, tetapi anak tersebut mengalami masalah        kronis.BB        anak proporsional dengan TB
NormalRendahLebihAnak mengalami masalah gizi kronis dan pada saat ini anak menderita    kegemukan    ( Overweight) karena BB lebih dari proporsional terhadap TB
RendahRendahRendahAnak mengalami kurang gizi berat dan kronis. Artinya pada saat ini keadaan gizi anak tidk baik dan riwayat masa lalunya juga tidak baik
NormalNormalNormalKeadaan gizi anak baik pada saat ini dan masa lalu
RendahNormalRendahAnak   mengalami   kurang   gizi yang berat (kurus)
NormalNormalRendahKeadaan gizi anak secara umum baik tetapi berat badannya kurang proporsional terhadap TB-nya karena tubuh anak jangkung.

Sumber: Soekirman, 2000.

Tabel Indikator Pertumbuhan Menurut Z-Score Menurut WHO, 2008

Z-ScoreIndikator Pertumbuhan
PB/U atau TB/UBB/UBB/PB atau BB/TB
Diatas 3Lihat catatn 1Lihat catatan 2Sangat gemuk (Obes)
Diatas 2  Gemuk (Overweight)
Diatas 1  Resiko Gemuk (lihat catatan 3)
0              angka median   
Dibawah -1   
Dibawah -2Pendek (Stunted) lihat catatan 4BB Kurang (Underweight)Kurus (Wasted)
Dibawah -3Sangat Pendek (Severe Stunted) Lihat catatan 4BB Sangat Kurang ( Severe UnderweightSangat Kurus (Severe Wasted)

Catatan :

  1. Seorang anak pada kategori ini termasuk sangat tinggi dan biasanya tidak menjadi masalah kecuali anak yang sangat tinggi mungkin mengalami gangguan endokrin seperti adanya tumor yang memproduksi hormone pertumbuhan. Rujuklah anak tersebut jika mengalami gangguan endokrin contoh: anak yang tinggi sekali menurut umurnya, sedangkan tinggi orang tua normal.
  2. Seorang anak berdasarkan BB/U pada katagori ini, kemungkinan mempunyai masalah pertumbuhan, tetapi akan lebih baik bila anak dinilai berdasarkan indicator BB/PB atau BB/TB.
  3. Hasil Ploting diatas 1 menunjukkan kemungkinan resiko. Bila kecenderungannya menuju garis Z-Score +2 berarti resiko lebih pasti.
  4. Anak yang pendek atau sangat pendek, kemungkinan akan menjadi gemuk bila mendapatkan intervensi gizi yang salah

B.  ASESSMENT ANTROPOMETRI PASIEN

1. Berat Badan

a. Menentukan BBI ( Berat Badan Ideal)

Usia 0 – 11 bulan :

Keterangan : n = Usia dalam bulan

  • Usia 1 – 6 tahun :  2n + 8
  • Usia 7 – 12 tahun :  7n – 5 /2
    Keterangan : n = usia dalam tahun

b.      BBI untuk anak > 12 tahun menurut Rumus BROCCA

Untuk pria TB< 160 cm dan wanita TB<150Cm:

  • BB minimal             : BB ideal – 10%
  • BB maksimal       : BB ideal + 10%
  • BB normal               : Antara BB minimal s/d BB maksimal

c.    Berat Badan Relatif ( BBR )

Rumus:

Tabel Klasifikasi Status Gizi Menurut BBR

Undernutrition< 80%
Kurus (underweight)< 90%
Normal90 – 110%
Gemuk ( Overweiht)>110%
Obesitas≥120%

d. Menentukan Berat Badan Perkiraan Berdasarkan panjang Badan

Dalam kondisi tertentu (Pasien tidak dapat duduk atau berdiri, pasien dengan kondisi edema atau acites) sehingga tidak bisa diukur berat badan aktualnya maka untuk mengetahui berat badan dapat digunakan berat badan perkiraan dengan melihat tabel sebagai berikut:

Tabel Berat Badan Perkiraan Berdasarkan Panjang Badan

Bangun TubuhLaki-lakiWanita
BesarTambahkan 10%Tambahkan 10%
Sedang48 kg untuk panjang badan 152 cm yang pertama                 dan selanjutnya tambahkan     2,7     kg untuk setiap 2,5 cm dan kurangi 1,13kg untuk      setiap      cm apabila TB<152cm45 kg untuk panjang badan 152 cm yang pertama               dan selanjutnya tambahkan    2,3    kg untuk setiap 2,5 cm dan kurangi 1,13kg untuk     setiap     cm apabila TB<152cm
KecilKurangi 10%Kurangi 10%

Sumber : Asuhan Gizi Rumah Sakit, 2000

Contoh :

1. Seorang pasien laki-laki dengan kondisi tirah baring total, dengan kerangka tubuh yang besar dan hasil pengukuran panjang badannya 158 cm. Berapakah perkiraan berat badan (BB) pasien tersebut ?

Penyelesaian :

Perkiraan Berat Badan :

= ( 48 kg ( untuk 152 cm pertama ) + 6/ 2,5 X 2,7 ) + 10

= ( 48 + 6,6 ) + 5,4

= 60 kg

2. Ny. W dengan bangun tubuh yang kecil keadaan tirah baring total, hasil pengukuran panjang badan 154 cm. Berapa perkiraan berat badan Ny. W

Penyelesaian:

Perkiraan berat badan =

= (45,5 kg ( untuk 152 cm pertama) + 2/2,5 x 2,3) – 10%

= ( 45,5 + 1,84) – 4,734

= ± 42,6 kg

e.    Berat Badan Koreksi

Apabila pasien dalam kondisi oedema atau acites untuk mengetahui berat badan sebenarnya menggunakan berat badan koreksi

Rumus :

Tabel Koreksi Berat Badan pada Oedema dan Acites

TingkatanOedemaAcites
Ringan (Bengkak pada tangan atau kaki)−1 kg / 10%−2,2 kg
Sedang ( Bengkak pada wajah dan lengan atau kaki)−5 kg / 20%− 6 kg
Berat ( bengkak pada wajah lengan dan kaki )−14 kg / 30%−10 kg

Sumber : Didit Damayanti, 2002

f. Estimasi Berat Badan dalam kondisi amputasi

Tabel Persentase Berat Badan berdasarkan bagian tubuh

Bagian TubuhPersentase
Bagian lengan5
Lengan bawah2,3
Tangan0,7
Bagian kaki16
Kaki bagian bawah5,9
Kaki1,5

Sumber : Osterkamp (1995)

g.      Estimasi Berat Badan pada populasi lansia (>60 tahun)

Pada lansia berat badan estimasi dapat dihitung menggunakan circumference (calf circ/lingkar pergelangan tangan), knee height (knee height/tinggi lutut), mid upper armcircumference (MUAC/lingkar lengan atas) dan subscapular skinfold (subscap/tebal lemak subscapular)

BB estimasi laki – laki
(0.98 x calf circ) + (1.6 x knee ht) + (1.73 x MUAC) + (0.37 x subscap) – 81.69 

BB estimasi perempuan
(1.27 x calf circ) + (10.87 x knee ht) + (0.98 x MUAC) + (0.4 x subscap) – 62.35

h.      Estimasi Berat Badan formula crandal dengan estimasi LILA

  • Laki laki = – 93.2 + (3.29 x LILA) + (0.43 x TB)
  • Wanita = – 64.6 + (2.15 x LILA) + (0.54 x TB)

i. Perkiraan Berat Badan menurut LILA dan Tinggi lutut

Perkiraan berat badan menggunakan rumus ini memiliki bias estimasi, untuk wanita bisa sampai ± 9.9 kg sedangkan pria ± 10.1kg, dengan rumus

  • Laki – laki = (0.826 x tinggi lutut) + (2.116 x LILA) – (usia x 0.113) – 31.486
  • Wanita = (0.928 x tinggi lutut) + (2.508 x LILA) – (usia x 0.144) – 42.543

j. Perkiraan Berat Badan menurut LILA dari Cerra 1984

Perkiraan ini bisa menjadi alternative perkiraaan berat badan, dengan rumus

LILA standar cerra, 1984 adalah sebagai berikut :

  • LILA Pria = 29
  • LILA wanita  = 28.5

k. Perkiraan berat badan dengan formula lorens et all

  • Laki – laki = – 137.42 + (TB x 0.60035) + (lingkar perut x 0.785) + (lingkar pinggul x 0.392)
  • Wanita = – 110.924 + (TB x 0.4053) + (lingkar perut x 0.325) + (lingkar pinggul x 0.836)

2.    Perkiraan Tinggi Badan

a. Menggunakan rentang lengan

  • Laki-laki : 118,24+(0,28 x RL) – (0,07 x U)
  • Perempuan : 63,18 + (0,63 x RL ) – (0,17 x U)

keterangan :

  • R : rentang lengan
  • U : umur

b. Menggunakan tinggi lutut formula chumlea

  • Laki-laki  : 64,19 + (2,02 x TL) – (0,04 x U)
  • Perempuan : 84,88 + (1,83 x TL) – (0,24 x U)

keterangan :

  • TL : tinggi lutut
  • U : umur

Sumber Chumlea. 1984 dikutip dari Gibson, 1999

c. Menggunakan Panjang Lengan Bawah (Ulna)

Menurut Ilayperuma, Nanayakkara, Palahepitiya (2010)

  • Laki laki = 97,252 + (2,645 x panjang ulna (cm))
  • Perempuan = 68,777 + (3,536 x panjang ulna (cm))

Menurut Pureepatpong N, Sangiampongsa A, Lerdpipatworakul T, Sangvichien S (2012)

  • Laki – laki = 64,605+3,8089 x panjang ulna (cm)
  • Perempuan = 66,377+3,5796 x panjang ulna (cm)

d. Perkiraan tinggi badan formula Mitchell

TB = 2 x (semi-span / setengah depa)

e. Perkiraan tinggi badan formula WHO

TB = 0.73 x (2 x semi span) + 0.43

3.   Berat Badan Ideal Berdasar Rangka Tubuh

Tabel Kategori Ukuran Rangka Berdasarkan Ratio Antara Tinggi Badan dan Lingkaran Pergelangan Tangan

Laki-laki.Pe rempuan
r > 10,4Kecilr > 11,0Kecil
r = 9,6 – 10,4Sedangr = 10,1 – 11,0Sedang
r <9,6Besarr < 10,1Besar

Sumber : Anderson L, et al, Nutrition in Health and Diseases, 1982

Pengukuran – pengukuran Gizi lainnya :

  1. Lingkar kepala bayi 0 bulan
    • Laki – laki = 32 – 38 cm (normal)
    • Wanita = 31 – 36 cm (normal)
  2. Lingkar dada anak 2 – 3 tahun
    • BBLR = < 27 cm
    • Normal = > 27 cm
  3. Lingkar pinggang
    • Laki – laki = ≤ 90 cm (normal)
    • Wanita = ≤ 80 cm (normal)
  4. Lingkar Pinggang pinggul (LPP)
RasioLaki – lakiWanita
Resiko obesitas≥ 1.0≥ 8

5. LILA (lingkar lengan atas)

  • Wanita usia subur atau ibu hamil = < 23.5 (beresiko KEK (Kurang Energi Kronik))
  • Bayi 0 – 30 hari           = ≤ 9.5 cm (resiko malnutrisi)
  • Balita 1 – 5 tahun        = ≤ 12.5 cm (resiko malnutrisi)
  • Laki laki                      = ≤ 20 cm (resiko malnutrisi)

Baca Lengkap Di :

Atau http://repository.unimus.ac.id/7245/1/___buku%20rumus%20edisi%203_OKT_2018.pdf